Festival Travel

Harus Tahu! 7 Tradisi Unik Tahun Baru di Jepang

CTS

Dena Pangesti

2024.12.15

Waktu membaca: 5 menit
Harus Tahu! 7 Tradisi Unik Tahun Baru di Jepang

Perayaan Tahun Baru adalah waktu yang penuh kegembiraan dan tradisi di seluruh dunia, tidak terkecuali Jepang. Dengan warisan budayanya yang kaya, Jepang menawarkan beberapa cara paling unik dan bermakna untuk menyambut tahun baru. Berikut adalah tujuh fakta menarik tentang bagaimana orang Jepang merayakan acara istimewa ini.

 

1. Oosoji (Pembersihan Besar)

Oosoji adalah kombinasi dari dua kata dalam bahasa Jepang: "Oo" yang berarti besar, dan "Soji" yang berarti membersihkan. Tradisi ini merujuk pada acara pembersihan besar yang dilakukan di rumah dan tempat kerja. Ini adalah rahasia orang Jepang dalam menyambut Tahun Baru dengan rumah yang bersih dan hati yang jernih.

Kebiasaan bersih-bersih merupakan tradisi yang sangat dijunjung tinggi di Jepang, dan orang Jepang dikenal dengan budaya kebersihannya. Hal ini tercermin dalam tradisi Tahun Baru yang unik.

Menjelang akhir tahun, orang Jepang ingin menyambut Tahun Baru dengan jiwa dan lingkungan yang bersih, percaya bahwa dewa Toshigami akan datang dan membawa keberuntungan.

2. Menyaksikan Matahari Terbit Pertama

Hatsuhinode (初日の出) adalah tradisi Jepang yang bermakna, di mana orang-orang berkumpul di lokasi tertentu untuk menyaksikan matahari terbit pertama di Tahun Baru.

Orang Jepang percaya bahwa inilah saatnya dewa Toshigami tiba, dewa yang akan membawa keberuntungan sepanjang tahun.


Untuk menyaksikan matahari terbit pertama, sebaiknya pergi ke tempat yang tinggi seperti gunung, kuil, atau pantai dengan cakrawala yang luas. Tempat-tempat wisata populer seperti Menara Tokyo, Tokyo Skytree, atau Gedung Pemerintah Metropolitan Tokyo seringkali ramai dengan pengunjung. Namun, ada baiknya memeriksa ramalan cuaca terlebih dahulu, untuk berjaga-jaga.

3. Oshogatsu Kazari & Kagami Mochi

Dua elemen penting dalam perayaan Tahun Baru Jepang yang membawa pesan harapan dan keberuntungan.
Oshogatsu Kazari adalah dekorasi tradisional yang dipajang selama Tahun Baru. Sebelum akhir tahun, orang Jepang menghias bagian depan rumah mereka dengan dekorasi unik ini. Beberapa contoh meliputi:

  • Kadomatsu: Dekorasi seperti gerbang yang terbuat dari bambu, prem, dan pinus, biasanya ditempatkan di pintu masuk untuk menyambut para dewa.
  • Shimenawa: Tali jerami yang dihiasi dengan kertas putih (disebut shide), sering digantung di pintu masuk untuk mengusir roh jahat.

Kagami Mochi adalah kue beras bulat berisi jeruk dan hiasan yang melambangkan zodiak tahun yang akan datang. Orang Jepang mempersembahkan Kagami Mochi sebagai persembahan kepada para dewa, melambangkan kemakmuran dan kesuburan.

 

4. Hatsumode

Bayangkan ribuan orang berkumpul di kuil-kuil megah, berdoa dalam suasana khidmat. Inilah realitas tradisi Hatsumode.


Pada Hari Tahun Baru, orang Jepang berbondong-bondong pergi ke tempat-tempat ibadah untuk mendoakan hal-hal baik, memanjatkan keinginan di kuil Shinto atau Buddha, dan mengucapkan "Akemashite Omedetou Gozaimasu," yang juga berarti "Selamat Tahun Baru."


Hatsumode juga berarti "doa pertama," yang berasal dari tradisi Toshigomori, di mana kepala keluarga berdoa di dalam Kuil Ujigami dan tetap terjaga sepanjang malam. Ini adalah momen sakral bagi orang Jepang, di mana kuil menjadi oase kedamaian untuk refleksi dan doa.


Beberapa kuil terkenal untuk Hatsumode adalah Kuil Senso-ji di Asakusa, Tokyo, dan Kuil Meiji Jingu, juga di Tokyo.

5. Osechi

Perjamuan warna dan rasa di awal tahun, menyenangkan mata dan lidah. Osechi adalah hidangan tradisional Jepang yang disajikan selama Tahun Baru yang menggabungkan rasa unik dan beragam, mencampurkan elemen manis, asin, dan asam.

Osechi biasanya terdiri dari berbagai lauk pauk seperti ikan, sayuran, dan makanan laut, semuanya disiapkan secara tradisional. Setiap hidangan memiliki makna dan simbolisme yang dalam.


Misalnya, daikon melambangkan keberuntungan, sedangkan kacang hitam melambangkan kesehatan dan umur panjang.

Beberapa komponen utama Osechi adalah O toso, Iwaizakana, O zouni, dan Nishime. Dengan menikmati hidangan-hidangan ini, orang Jepang merayakan Tahun Baru sambil mengharapkan keberuntungan, kesehatan, dan keharmonisan keluarga.

6. Nengajo

Kanvas Tahun Baru: Nengajo bukan hanya kartu ucapan tetapi juga karya seni mini yang mencerminkan budaya dan tren.


Tradisi mengirim kartu ucapan Tahun Baru melalui pos, yang akan tiba di alamat penerima pada tanggal 1 Januari. Setiap kartu Nengajo memiliki nomor unik yang dapat diikutkan dalam lotre, dengan hadiah mulai dari barang elektronik hingga perjalanan liburan.


Kartu Nengajo menampilkan desain yang sangat kreatif dan beragam, seringkali mencerminkan karakter populer, anime, pemandangan alam, dan banyak orang bahkan membuat kartu dengan desain kustom mereka sendiri.


Bagi banyak orang Jepang, mengirim dan menerima Nengajo menjadi momen untuk berkumpul bersama keluarga, bertukar cerita, dan membaca dengan suara keras ucapan-ucapan yang telah mereka terima.

7. Otoshidama

Setiap Tahun Baru, anak-anak di Jepang dengan penuh semangat menunggu satu hal: Otoshidama. Otoshidama adalah tradisi unik Jepang di mana orang dewasa memberikan uang kepada anak-anak selama perayaan Tahun Baru, mirip dengan amplop merah atau THR (Tunjangan Hari Raya) yang diberikan di Indonesia.


Berakar pada tradisi Jepang kuno di mana orang mempersembahkan makanan kepada para dewa, praktik ini berkembang seiring waktu menjadi pemberian uang sebagai cara untuk memperkuat ikatan antar generasi dan mengajarkan anak-anak nilai-nilai finansial.

 

Ketujuh fakta di atas hanyalah sebagian kecil dari keindahan perayaan Tahun Baru di Jepang. Negara-negara berbeda juga memiliki tradisi uniknya sendiri. Bagaimana dengan tradisi Tahun Baru di negara asalmu?

タグ: #JapanSIM #eSIM #SoftBank5G
シェア: X f LINE