cultural Japanese

Dari Indonesia ke Jepang: Cara Unik Merayakan Isra Miraj yang Menghadirkan Kehangatan

CTS

Dena Pangesti

2025.01.10

Waktu membaca: 5 menit
Dari Indonesia ke Jepang: Cara Unik Merayakan Isra Miraj yang Menghadirkan Kehangatan

Di Jepang, perayaan Isra Mikraj bukanlah acara nasional, karena tidak menjadi bagian dari tradisi atau budaya mayoritas penduduk Jepang yang menganut Shinto, Buddha, atau tidak memiliki afiliasi agama. Namun, komunitas Muslim, termasuk pekerja migran Indonesia dan warga negara Jepang yang memeluk Islam, biasanya memperingati Isra Mikraj dengan cara yang sederhana.

Bagaimana Komunitas Muslim di Jepang Merayakan Isra Mikraj?

1. Di Masjid atau Ruang Doa:

Komunitas Muslim sering mengadakan acara di masjid-masjid lokal. Jepang kini memiliki lebih dari 110 masjid, banyak di antaranya dikelola oleh Muslim dari Indonesia, Pakistan, dan negara lainnya. Acara-acara ini biasanya meliputi:

    • Ceramah agama atau diskusi tentang makna Isra Mikraj.
    • Doa bersama dan pembacaan Al-Quran.
    • Makan bersama (potluck) atau berbagi hidangan tradisional dari berbagai negara.

2. Di Asrama atau Ruang Komunitas:

Pekerja migran atau pelajar Muslim asal Indonesia sering berkumpul di asrama atau di komunitas mereka untuk merayakan Isra Mikraj. Acara-acara ini biasanya berskala lebih kecil, dengan fokus pada menjalin silaturahmi dan berdoa bersama.

Salah satu fakta unik adalah, bagi sebagian orang Indonesia di Jepang, Isra Mikraj bukan hanya tentang memperingati perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan budaya Muslim Indonesia kepada masyarakat Jepang. Hidangan khas Indonesia, seperti nasi goreng, ketupat, dan rendang, seringkali disajikan dalam perayaan tersebut.

3. Daring (Online):

Karena jarak dan kesibukan, beberapa komunitas Muslim di Jepang mengadakan perayaan Isra Mikraj secara virtual, terutama setelah pandemi.

Menggunakan platform seperti Zoom atau Google Meet memungkinkan Muslim di Jepang untuk bergabung dalam perayaan secara virtual, tetap terhubung dengan komunitas global, dan memperdalam pemahaman mereka tentang Isra Mikraj.

4. Kesadaran Non-Muslim:

Beberapa orang Jepang yang akrab dengan Islam melalui teman atau kolega mungkin mengetahui tentang Isra Mikraj, namun perayaan ini biasanya terbatas pada komunitas Muslim.

 

Fakta Unik: Masjid Pertama di Jepang dan Pengaruh Indonesia

Masjid pertama yang dibangun di Jepang adalah Masjid Kobe, yang didirikan pada tahun 1935 oleh komunitas Muslim dari Indonesia dan negara-negara lain. Sejak saat itu, komunitas Muslim di Jepang terus berkembang, dan kini masjid-masjid di Jepang memainkan peran penting dalam penyelenggaraan berbagai perayaan keagamaan, termasuk Isra Mikraj.

Selain itu, Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan komunitas Muslim di Jepang. Banyak pekerja migran Indonesia di Jepang membawa tradisi Islam mereka, termasuk perayaan Isra Mikraj. Oleh karena itu, banyak masjid di Jepang yang mengadakan acara Isra Mikraj dengan sentuhan Indonesia, mulai dari ceramah berbahasa Indonesia hingga hidangan tradisional Indonesia.

Perayaan Isra Mikraj di Jepang adalah bukti bahwa meskipun Islam bukanlah agama mayoritas di negara ini, ia tetap dihormati dan dirayakan dengan antusias oleh komunitas Muslim, menciptakan jembatan budaya dan mempererat tali persaudaraan antar sesama.


タグ: #JapanSIM #eSIM #SoftBank5G
シェア: X f LINE